Pelatihan Subtle Energy dan Pengobatan Gratis

Tampilkan postingan dengan label 4.Mind Power Area. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4.Mind Power Area. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2011

NLP (Neuro-linguistic Programming)

I . PROLOG “Bila Anda mengubah keyakinan Anda,
Anda mengubah harapan Anda,
Bila Anda mengubah harapan Anda,
Anda mengubah sikap Anda,
Kalau Anda mengubah sikap Anda,
Anda mengubah tingkah laku Anda,
Bila Anda mengubah tingkah laku Anda,
Anda mengubah kerja Anda,
Bila Anda mengubah kerja Anda,
Anda mengubah hidup Anda”
Neuro-linguistic Programming disingkat NLP adalah satu metode pengembangan pribadi menuju sukses. NLP juga kerap disebut sebagai perangkat lunak atau “software” dari otak yang mengijinkan apapun pengalaman yang ingin dilakukan seseorang. NLP bermanfaat bagi setiap pribadi yang ingin sukses di berbagai bidang yaitu akan mempertajam kemampuan berkomunikasi sehingga bermanfaat bagi mereka yang berkecimpung di bidang pendidikan, kedokteran, konseling, motivator, konsultan, jajaran manajemen, negosiator, juga amat bermanfaat bagi orang tua, pembicara publik, olahragawan dan banyak bidang lainnya.
Seseorang yang telah memperoleh pelatihan NLP memiliki kemampuan untuk mengubah masa lalunya, menjadi pribadi yang optimis dan bersemangat mencapai tujuan yang ingin diraih. Metode pengajaran NLP secara mendasar adalah metode terapi dengan penerapannya yang luas. Yaitu memberikan pengajaran bagaimana orang menggunakan otaknya. Dipelajari proses otak bekerja sehingga ketika seseorang mengetahui apa yang bisa dilakukannya, maka sangat dimungkinkan untuk menggunakannya secara optimal untuk mendapatkan keuntungan yang lebih luas.
Berbeda dengan pelatihan yang lain, pelatihan NLP melibatkan perasaan, feeling dan emosi. NLP membantu untuk mentransformasikan perasaan-perasaan lemah menjadi perasaan yang penuh kekuatan. Membantu mengubah ingatan usang tentang citra diri yang gagal menjadi citra baru yang positif.
Ada beberapa pola pelatihan NLP yang bisa dirasakan manfaatnya secara langsung. Yaitu mengubah perasaan, belajar berpikir dengan strategi dan pendekatan yang baru, mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk dan memotivasi diri untuk maju. Pola pelatihan lainnya bermanfaat untuk bidang lainnya.
Neuro Linguistic Programming (NLP), bisa dikatakan seperangkat teknik-teknik canggih untuk menggunakan pikiran, mental, dan fisik yang memberikan kemampuan Anda untuk mengubah, mengadopsi, atau menghapuskan perilaku-perilaku sesuai keinginan Anda, dan memberikan kemampuan untuk memilih sendiri kondisi mental, emosional, dan kondisi fisik.
Teknik-teknik ini telah terbukti memberikan hasil, aplikasinya hampir tidak terbatas. Saat ini bahkan sudah diterapkan di berbagai perusahaan kelas dunia (Fortune 500), dunia pemasaran, manajemen, komunikasi, pelatihan, pendidikan, olahraga, ilmu pengobatan, dan pengembangan pribadi.
Berbagai sistem lain diluar NLP juga sangat baik dalam menemukan permasalahan tapi tidak memberikan tools yang dapat digunakan secara pribadi, tanpa rasa sakit, dan menjanjikan perubahan yang lebih cepat yang tersedia bagi anda untuk meningkatkan hidup, kesehatan, hubungan, karier dan keuangan. Penelitian membuktikan bahwa teknik-teknik NLP ini adalah lebih baik dalam menciptakan perubahan yang lebih cepat dalam kehidupan, dengan cara yang menyenangkan. ***
II. DETAIL NLP
Amerika Serikat awal tahun 1970, tepatnya di University of California. Berkumpullah satu tim untuk bekerjasama dalam usaha menjelaskan proses berpikir, pola-pola bahasa dan pengaruhnya pada pola-pola kebiasaan manusia. Tim terdiri dari John Grinder (profesor linguistik di University of California di Santa Cruz), Richard Bandler (peneliti psikologi dan matematika di Santa Cruz), Fritz Perls (pendiri terapi Gestalt), Virginia Satir (psychotherapis), Milton Erickson MD (hypnotherapis yang inovatif) serta Gregory Bateson (antropolog dan penemu teori komunikasi). Tim ini akhirnya menemukan beragam kebiasaan dan elemen psikologi yang dialami individu yang tidak disadari dan tidak mampu dijelaskan sebelumnya.
NLP lantas dipopulerkan oleh Anthony Robbins hingga meluas di USA dan seluruh dunia, belakangan Anthony Robbins membuat merek sendiri, yakni NAC (Neuro Associations Conditioning). Barisan pelopor NLP lantas mulai mengibarkan sayapnya merambah dataran aplikasi di luar terapi. Ilmu ini dikembangluaskan untuk mencapai berbagai keunggulan manusia; antara lain untuk meraih keunggulan di bidang komunikator, olahraga, leadership, pengajar, bisnisman, karyawan, penyanyi, meditasi, dan berbagai sukses lainnya.
Modelling dalam NLP memungkinkan untuk mempelajari dan menduplikasi keahlian seseorang. Aplikasi modelling ini sungguh tak terbatas. Bila ada seseorang pernah melakukan sesuatu hal, maka dengan modelling kita juga dapat menduplikasi agar bisa melakukannya juga. Melalui NLP kita juga bisa melakukan coding suatu perilaku unggul manusia dan memetakannya dalam suatu pola-pola inti tertentu. Pola-pola inilah yang kemudian disusun ulang dengan urutan dan kombinasi tertentu akan menjadi model of excellence yang dengan mudah untuk diduplikasikan kepada orang lain.
Dengan menganalisa pola-pola berbicara, besar suara dan pilihan kata-kata, maka akan berpengaruh pada seperti gerakan tubuh (gestur) serta gerakan mata. Peneliti Grinder dan Bandler menunjukkan hubungan antara bahasa tubuh (body language) dan pola berbicara. Tim kemudian menghubungkan dengan proses berpikir internal dan didasari temuan awal ini Grinder dan Bandler melatih para klien yang memiliki preoblem emosi yang sulit.
Misalnya, yang klien ditanya tentang problemnya akan menampakkan gerakan mata, tubuh, suara dan pola-pola nafas akibat dari pola-pola yang tidak sadar (unconscious) dan bergantung pada situasi emosional. Pola unconscious ini kemudian diubah dengan pola yang baru.
Setiap yang kita alami direpresentasikan secara internal oleh sistem syaraf kita. Tanpa kita sadari kelima indra ini secara konstan menerima dan memproses informasi tentang dunia dan tentang kita. Oleh karena body and mind adalah suatu bagian dari sistem yang tak terpisahkan, maka apapun yang terjadi pada salah satu bagian akan memiliki efek pada bagian yang lain.
Misalkan, kita tidak dapat berpikir tentang sesuatu hal tanpa diikuti oleh respon fisik tertentu, demikian juga sebaliknya. Terkadang kita tidak mendengar apa yang tidak kita ingin dengar, inilah yang kita sebut sebagai filter, disinilah terjadinya perbedaan antara mendengar dan mendengarkan. Karena filter visual, maka kita juga tidak melihat apa yang tidak kita ingin lihat, inilah perbedaan antara melihat dan memperhatikan.
Ada lima rep system dan yang yang menonjol hanya tiga, yaitu V (Visual), A (Auditorial) dan K (Kinestetik), sementara karena O dan G sangat jarang digunakan. Sehingga kita memasukkan O dan G kedalam kategori K. Inilah yang disebut sebagai konsep VAK dalam NLP, konsep ini sangat terkenal, bahkan banyak orang mengira NLP hanyalah VAK ini.
Menariknya, dalam berkomunikasi seseorang akan menggunakan sejenis kode-kode rep system pilihan mereka. Ada orang tertentu yang lebih suka menggunakan indera mata dalam memahami sekitar, mengingat informasi dan mengambil keputusan. Dengan demikian rep-system-nya akan lebih cenderung didominasi oleh hal-hal yang sifatnya Visual.
Dalam bahasa NLP, orang ini akan disebut sebagai orang dengan preferensi visual (Visually Preferred System). Jadi jika dicermati, dalam berkomunikasi kita akan temui beberapa preferensi, orang dengan preferensi V (Visual), orang dengan preferensi A (Auditorial), dan orang dengan preferensi K (Kinestetik). Dan orang dengan berpreferensi V tetaplah memiliki rep system A ataupun K dalam cara ia memahami dunia, mengingat memori dan mengambil keputusan. Hanya saja ia lebih suka (prefer) untuk menggunakan rep-system V dibandingkan dengan yang lainnya.
Dalam upaya mengenali apakah pref-system sesorang, kita dapat melihat dari pilihan kata yang dipergunakan, dan bahasa tubuh khususnya gerakan mata. Sebagai contoh, orang-orang yang pref-system-nya V, akan cenderung menggunakan kata-kata dengan predikat V seperti (kelihatannya, nampaknya, pengamatanku, dll). Demikian pula ia juga akan suka mengunakan berbagai kata yang mencerminkan penggunaan mata, seperti: indah, terang, cerah dan sebagainya. Untuk orang berpreferensi A, akan banyak menggunakan kata-kata berpredikat A (kedengarannya, perkataan mu) dan kata-kata yang mencerminkan penggunaan telinga.
Sedangkan untuk orang berpreferensi K akan banyak menggunakan predikat K (perasaanku, rasanya, dll) dan kata-kata yang mencerminkan penggunaan rasa. Jika Anda dapat mengenali kode preferred system lawan bicara Anda, maka Anda dapat berkomunikasi dengan sangat lancar dengannya. Caranya adalah dengan melakukan penyelarasan (pacing) dari kata-kata dan bahasa tubuh Anda sesuai dengan cara lawan bicara Anda.
Saat Anda menyelaraskan kode verbal seseorang dengan menggunakan kata-kata dari rep system yang mereka pilih, maka mereka tidak usah meng-uncode untuk membuatnya bisa dimengerti. Inilah dasar dari rapport, yakni menggunakan rep system yang sama yang dipakai orang lain yang berkomunikasi dengan mereka. Sehingga fokus pelatihan Neuro-linguistic Programming (NLP) adalah bagaimana seseorang itu belajar berkomunikasi, mengubah keyakinan, tumbuh berkembang dan menyembuhkan dirinya.
Dari asal katanya, kata “Neuro” mengacu pada cara bekerjanya otak dan bagaimana manusia berpikir secara konsisten dan serta pola-polanya yang tetap. Kata “Linguistic” mengacu pada pengungkapan pola-pola kerja otak melalui bahasa untuk berpikir baik verbal dan nonverbal. Sementara kata “Programming” adalam memasukkan suatu gagasan atau konsep ke otak. Ini mengacu pada bagaimana pola-pola ini dipahami dan diketahui oleh pikiran dan bagaimana melampauinya sehingga seseorang akan bisa membuat pilihan yang lebih baik bagi kebiasaan dan kesehatannya.
Orang yang memiliki kesulitan untuk menyembuhkan sakit fisik hampir selalu memiliki keyakinan negatif penyakitnya, apakah dia bisa sembuh atau tidak. Mereka beepndapat tentang tidak adanya bantuan dan tiadanya pertolongan, hilangnya harapan, bahkan akan mengatakan “Saya tidak bisa sembuh.”
Tujuan lain NLP dengan begitu adalah menggerakkan seseorang untuk mengubah keyakinan-keyakinan yang negatif dan kontraproduktif tersebut. Mereka akan dibantu untuk memprogram ulang keyakinannya tentang kesehatan dan lain-lain. Pelatihan NLP menerangjelaskan tentang bagaimana seseorang menemukan identitas dirinya, ketakinan pribadi, filsafat hidup serta tujuan-tujuan hidupnya.
Berbagai penelitian medis menunjukkan bagaimana pengaruh keyakinan itu perubahan tubuh seperti kulit, kelembaban bibir, mata atau respon fisiologis lain. Dan keyakinan itu dimulai pada proses pemberian informasi dan selanjutnya diterima sebagai sugesti.
Menurut Janet Konefal, Ph.D., dari Miami, Florida, identitas adalah komponen utama dari cara seseorang bernegosiasi dengan kondisi kesehatannya, khususnya seseorang yang sedang menderita sakit kronis. “Terlalu sering orang cenderung menjustifikasi dan sok tahu tentang penyakitnya. Jarang orang mengatakan saya John yang sedang dalam kondisi diabetes. Dia cenderung mengatakan saya sakit diabetes. Contoh lain, seorang tidak biasa mengatakan dia sedang terkena virus HIV, namun biasanya mengatakan saya sakit AIDS. Padahal, dengan mengatakan saya sakit diabetes, saya sakit AIDS ini, penyakit dalam tubuhnya langsung bergerak dan segera menekan tubuhnya,” kata Dr. Konefal
Satu dari prioritas pertama pelatihan NLP adalah memisahkan identifikasi yang negatif dan salah dan selanjutnya membangun kembali identitas diri yang lebih baik. Perubahan ini akan memberikan keuntungan dalam beragam aspek individual bahkan sosial seperti keluarga, rekan-rekan kerja yang seimbang, bahkan juga sistem internal individu tersebut: pemikiran, strategi, kelakuan, kapabilitas, nilai-nilai dan keyakinannya.
Setelah pelatihan NLP, biasanya dilakukan pengecekan antara sebelum dan setelah mengikuti pelatihan. Melalui pertanyaan dan jawaban yang jujur dalam satu forum khusus terbatas. Langkah selanjutnya instruktur akan menanyakan pada klien untuk melihat dirinya sendiri dan kondisi kesehatannya. Dengan kehati-hatian, hasilnya bisa dilihat dari proses kesembuhannya yang membaik. Respon otak yang alamiah adalam meniru apapun gambaran serta keyakinan yang baik. Otak kemudian memicu dan menggerakkan sistem kekebalan tubuh untuk membimbing tubuh agar sehat dan lebih baik.
Di dalam pelatihan NLP, digunakan berbagai gerak untuk memperkuat efek visualisasi dalam otak. Para ahli otak menamakannya dengan sebuah jangkar (anchor) yang bermanfaat untuk memegang kondisi positif melalui sistem syaraf klien. Jangkar itu juga bisa diciptakan melalui metode pendengaran dan visual, ini bergantung pada kebutuhan klien.
Dengan mengidentifikasi dan menggerakkan kembali batas-batas keyakinan seseorang tentang kondisinya, maka NLP memberikan keuntungan yang besar bagi kesehatan fisik maupun mental. Sistem kekebalan tubuh pun akan bekerja lebih baik.
David Paul, M.D., direktur Rumah Sakit Valley Medical Center di Colorado, menggunakan NLP secara rutin di rumah sakitnya. Seperti bagi para korban cedera bahu. Standard pelatihan medis NLP di sini meliputi induksi keyakinan dan relaksasi otot, yang diikuti oleh manipulasi menyandarkan bahu ke belakang.
Dr. Paul dan grupnya mengembangkan satu teknik yang menggunakan pola-pola bahasa yang berbasis NLP untuk membantu pasien agar berhasil relaksasi dan tidak memberi ruang bagi ketidaknyamanan dengan cara memanipulasi psikis pasien.
“Kita gunakan kata-kata seperti biarkan tanganmu serileks mungkin,” jelas Dr. Paul, dan “biarkan bahumu rileks; perhatikan di tanganmu saat ini sudah nyaman dan bebas dari ketidaknyamanan.” Semua sugesti yang diberikan bersifat positif, tidak ada yang negatif dan juga sangat spesifik. Sembilan puluh lima persen bahu pasien bisa sembuh dan kembali ke sedia kala dalam satu menit atau kurang tanpa menggunakan morphine, valium, atau obat-obatan lain,” tukas Dr. Paul. Menurut penelitian medis yang dikembangkan di dalam NLP, informasi di otak adalah sandi dari lima indera; pengelihatan, pendengaran, sentuhan, rasa dan bau. Masing-masing indera juga dinamakan modalitas dan manusia juga memiliki subperangkat kualitas yang dinamakan submodalitas, yang berfungsi sama dengan remote control di perangkat televisi.
Informasi itu dimunculkan kembali oleh otak melalui ingatan, submodalitasnya menentukan ketajaman memori yaitu kontras, warna dan volumenya. Contohnya, ketika mengingat seseorang di masa lampau, submodalitas akan menentukan di pikiran jauh dekatnya orang tersebut, apakah dia terlihat jelas warnanya, atau sebaliknya berwarna hitam dan putih dan seterusnya. Di dalam pelatihan NLP, oleh karena itu dilatih bagaimana submodalitas ini dikembangkan melalui berbagai latihan. Jalan lain mengubah batas-batas keyakinan adalah menggunakan teknik yang dinamakan menerbitkan kembali cetakan ingatan. Ingatan (memori) dicetak sejak usia kita masih muda. Ingatan positif bersifat memberdayakan/menguatkan sementara yang negatif berdampak pada trauma atau kebingungan yang kemudian dilupakan. Namun ini bergantung pada batas-batas keyakinan.
Menurut trainer NLP Tim Hallbom, “Satu cetakan ingatan negatif yang dibangun dari keyakinan negatif bisa menciptakan problem serius ketika otak menduplikasi pesan ini dan mengirimkannya lagi ke tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan segera longgar dan memerintahklan kondisi kesehatan tubuh untuk memburuk. Banyak respon kekebalan tubuh melemah akibat diciptakannya batas-batas keyakinan melalui trauma dan kebingungan”
Instruktur NLP akan membantu mengidentifikasi batas-batas keyakinan yang dibentuk selama pembentukan cetakan keyakinan dan berusaha mencetak kembali atau menempatkan kembali memori di otak secara lebih proporsional dan positif. ***
III. PERANGKAT KERAS
Otak manusia diakui sebagai struktur biologi yang paling canggih yang dikenal di manapun di bumi. Terletak di dalam tengkorak, otak merupakan organ terlindung paling baik di seluruh tubuh Anda dan menikmati prioritas tertinggi dalam hal pembagian darah, oksigen, dan zat-zat hara. Otak ini melayang dalam medium zat cair yang bersirkulasi dan betul-betul mengapung di dalam sebuah cangkang tahan guncang.
Paul Thomas dalam Advanced Psycho Cybernetics and Psychofeedback menjelaskan bahwa otak manusia sangat padat. Beratnya hanya sekitar 1400 gram untuk pria dewasa dan 1275 untuk wanita. Otak hanya membutuhkan 1/10 volt listrik untuk dapat bekerja efisien, namun otak terdiri dari puluhan miliar sel saraf.
Otak membuat komputer paling canggih pun jauh ketinggalan dalam hal kemampuannya yang betul-betul menakjubkan. Jaringan interkoneksi (yang disebut sinaps-sinaps) antara milyaran sel-sel saraf (neuron) di otak secara potensial sanggup memproses kepingan informasi dengan cara-cara yang jumlahnya setara dengan 2 sampai 10 pangkat 13. Ini merupakan angka yang jauh lebih besar daripada jumlah seluruh atom di alam semesta.
Namun otak manusia demikian rapi susunannya sehingga bahkan untuk mendekati kemampuan semacam itu, sebuah komputer modern sekurang-kurangnya harus 10.000 kali lebih besar daripada rata-rata otak.
Fungsi utama otak adalah mengendalikan semua kerja tubuh dan merancang tubuh itu sendiri. Bagian bawah struktur, dikenal sebagai batang otak, bersatu dengan sumsum tulang belakang untuk membentuk sistem saraf pusat, yang berhubungan dengan semua bagian tubuh. Maka setiap kegiatan otak akan mempengaruhi setiap sel dalam tubuh baik langsung maupun tidak langsung, melalui jaringan syaraf luas yang ada di seluruh jaringan tubuh
Dari sudut pandang NLP, yang perlu diketengahkan adalah pembangian otak menjadi dua yaitu bagian sadar dan bagian tidak sadar. Bagian otak sadar adalah kemampuan rasional, obyektif, membeda-bedakan. Perannya ialah menampung informasi dari pengamalan sehari-hari. Menentukan apakah informasi itu bermakna atau tidak, dan mengambil keputusan. Bagian yang sadar selalu membuat keputusan menerima atau menolak informasi yang datang. Masing-masing informasi yang diterima bagian sadar selanjutnya diterima bagian tidak sadar pula sebagai sesuatu yang diyakini benar, sebagai fakta dan kenyataan.
Maka bila Anda menerima gagasan bahwa Anda gagal, maka bagian tidak sadar akan menyetujui keyakinan tersebut dan bertindak mewujudkannya.
Bagian tidak sadar ini mirip database di komputer. Yang berfungsi menyimpan dan mengambil lagi data yang berkaitan dengan setiap pengalaman, gagasan, gambaran atau ide yang pernah Anda hadapi. Bagian tidak sadar selalu bekerja untuk membuat setiap perkataan dan tindakan Anda sesuai dengan sebuah pola yang konsisten dengan pemrograman sadar Anda sebelumnya.
Bagian tidak sadar menjamin agar Anda tetap setia kepada citra yang Anda miliki tentang diri Anda (cara berjalan, berbicara, berpikir, bertindak) dengan cara yang konsisten dengan informasi yang telah diterima oleh bagian sadar sebagai hal yang mewakili Anda sesungguhnya.
Kunci sukses terletak pada pengendalian apa yang Anda pikirkan, sebab Anda selalu akan memperoleh apa yang terus menerus Anda katakan kepada pikiran Anda bahwa Anda menginginkannya. Bila Anda membuat pikiran sadar Anda terpancang pada apa yang Anda inginkan dan bukan pada apa yang Anda hindari, maka ini akan berkembang dalam pengalaman.
Sukses oleh karena itu hanya terjadi kalau Anda secara sistematis mengendalikan pikiran-pikiran yang Anda bolehkan mengisi pikiran sadar Anda dari detik ke detik. Sukses akan berhasil diraih bila Anda memusatkan perhatian pada pikiran-pikiran positif serta menggunakan kata-kata dan tindakan untuk mengungkapkannya.
Proses pikiran sadar mencakup empat langkah (1) pencerapan indera (2) asosiasi (3) evaluasi dan (4) keputusan. Semua proses ini berlangsung dalam sepersekian detik. Yang perlu dicatat dalam proses ini, tingkah laku Anda bukanlah sekedar fungsi dari apa yang sedang berlangsung. Tingkah laku bergantung pada (1) Rancangan yang dibiarkan memasuki kesadaran Anda, dan (2) database di ingatan. Bila sebuah pengalaman serupa di masa lalu menimbulkan keputusan tertentu, maka Anda akan menanggapi dengan cara yang sama saat pengalaman itu muncul lagi saat ini.
Kumpulan data masa lalu itu disebut sistem keyakinan yang berfungsi sebagai kerangka berpikir Anda sewaktu mengalami hal-hal baru dalam hidup dan merupakan keseluruhan program yang harus dijalani otak. Sistem keyakinan ini pada umumnya tidak lengkap dan tidak dapat diandalkan. Maka, diperlukan kegigihan untuk mencari peluang untuk membetulkan keyakinan-keyakinan dengan memutakhirkan kenyataan model mental mereka. Sebab yang kita lihat hanyalah interpretasi otak kita terhadap apa yang sesungguhnya terjadi. Memang, kita tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi!
Di dalam NLP, diupayakan secara sadar untuk membangun kreativitas dengan membayangkan suatu peristiwa dalam pikiran Anda secara mendetail dan peristiwa tersebut secara otomatis menjadi profil ingatan Anda. Otak tidak dapat membedakan antara pengalaman nyata dengan pengalaman buatan yang dilamunkan secara hidup dan mendetail. Bahkan, pengalaman nyata dan pengalaman buatan memiliki jejak neurologi yang sama.
Dasar teori NLP sebagai berikut. Bahwa tubuh dan pikiran memiliki korelasi/koneksi. Apa yang dipikirkan seseorang akan terlihat di dalam bahasa tubuhnya dan sebaliknya bahasa tubuh seseorang akan mempengaruhi pikirannya. Seseorang yang tangannya menggaruk-garuk seputar mata artinya adalah begini, dan seseorang yang bersandar sambil tangannya membentuk semacam piramida artinya demikian. Apakah tanda-tanda seperti ini berlaku universal? Bagaimana jika lawan bicara memiliki kebiasaan bahasa tubuh tertentu?
Menjawab pertanyaan diatas NLP mengembangkan disiplin yang disebut callibration (kalibrasi). Idenya adalah mengukur secara langsung bahasa tubuh seseorang, dengan terutama memperhatikan micro behavior. Yang dimaksud dengan micro behavior adalah bahasa tubuh yang cenderung subtle (nyaris tidak observable). Sejumlah di antaranya adalah yang disebut sebagai involuntary muscle movement (gerakan otot tak sadar).
Dalam bermain kartu, misalnya, kita tidak boleh begitu saja percaya pada kata-kata lawan main mengenai kondisi kartunya. Kemampuan verbal adalah kemampuan yang biasanya paling berkembang selaras dengan usia seseorang. Bahasa hanyalah salah satu doorway bagi seorang manusia dalam mengemukakan apa yang ada di benak pikiran atau perasaannya. Ada pintu-pintu lain yang akan me-release keluar apa-apa yang kita pikir atau rasakan, yakni bahasa non verbal dan khususnya involuntary muscle movement tadi.
Jadi sesungguhnya dalam setiap saat, seluruh tubuh kita mengirimkan sinyal-sinyal informasi. Kalibrasi adalah pengukuran mengenai fisiologis seseorang sehingga kita bisa tahu mengenai “state” nya.
Cara mengkalibrasi seseorang adalah dengan cara senantiasa mengamati tanda-tanda tertentu yang selalu muncul saat lawan main sedang senang, sedang netral dan sedang susah. Misalnya, pengukuran awal yang dilakukan sebelum main kartu, supaya lawan main tidak memanipulasi fisiologisnya. Ajak mengobrol lawan Anda sebelum main, tanyakan situasi-situasi yang akan membangkitkan perasaan senang dari lawan main. Misalkan : “Minggu lalu katanya kamu menang main lawan si Jane, bagimana ceritanya?”.
Ditanya demikian, maka ia akan mengakses memorinya, dengan demikian emosi memori itu akan terakses pula. Teraksesnya emosi itu akan membawanya pada kondisi fisiologis tertentu yang harus Anda amati dan dicatat baik-baik dalam kepala Anda. Ingat, Anda juga harus menanyakan suatu situasi yang menyedihkan, seperti saat ia kalah main, atau saat ia sedang sial dan sebagainya. Tentunya Anda kemudian juga memiliki pembanding fisiologisnya saat sedang netral saja.
Dari ketiga kondisi itu diulang beberapa kali secara halus, maka kita bisa mengukur (mengkalibrasi) fisiologis seseorang ketika senang, dan tidak senang dan netral. Sekali lagi, jangan tertipu dengan bahasa verbalnya, karena bahasa verbal adalah proses terakhir dalam komunikasi seseorang, yang pertama adalah non verbalnya (dalam hitungan detik) dan seseorang belum bisa berbohong saat berbahasa non verbal. Inilah dasar kalibrasi.
Apa yang dikalibrasi? Yang dikalibrasi adalah “Nafas” terutama dimana lokasi nafas, kecepatan dan jeda. Termasuk juga perubahan suara: kecepatan, penggunaan VAK (representational system), volume, gerakan akses mata ke otak (Eye Accessing Cues). Penebalan atu penipisan bibir bawah. Perubahan postur, perubahan tegangan otot (leher, dekat mata, dll), perubahan besarnya pupil mata, perubahan ekspresi muka, perubahan warna kulit. Dan lain-lan.
Maksud dari mengkalibrasi gerakan akses mata ke otak (eye accessing cues) adalah, jika seseorang sedang mengingat suatu peristiwa, fakta, berfikir kritis, maka manusia pada umumnya akan melirik ke kiri atas atau kiri samping. Sedangkan, pada saat ia mengimajina-sikan sesuatu (sedang meng-create suatu gambaran/suara) biasanya akan melirik ke kanan. Jika sedang melakukan self talk, maka ia akan melirik ke kiri bawah. Jadi amati bagaimana orang lain saat senang secara spesifik akan bernafas dengan cara tertentu, posturnya bagaimana, ketebalan bibir bawah, tegangan otot tertentu, perubahan warna kulitnya, gerakan mata dan seterusnya.
Catat dalam hati, lakukan juga saat lawan bicara sedang tidak senang, dan tentunya saat ia sedang netral. Demikianlah, kejelian dan frekuensi dalam anda berlatih akan membuat anda menjadi mind-reader (pembaca pikiran). Bukan sekedar membaca bahasa tubuh yang sifatnya universal, bahkan anda bisa melakukannya secara spesifik pada setiap orang. Karena setiap orang memiliki micro behavior yang berbeda, jadi harus dikalibrasi tersendiri.
NLP tentunya memiliki manfaat besar, misalnya dalam membina hubungan dengan seseorang, keluarga, bisnis, sales. Bahkan kepolisian USA menggunakan eye accesing cues untuk mengetahui kebohongan seseorang pada saat di interogasi. Inilah yang disebut dengan ketrampilan dalam reading people mind like a reading book.
IV. FREKUENSI OTAK
Pemrograman bawah sadar otak lebih sukses bila Anda berada dalam suasana dan kondisi yang tepat. Yaitu saat otak berada dalam gelombang yang tepat.
Memahami frekuensi atau gelombang Otak dalam dunia medis diperiksa, dimonitor dengan mempergunakan peralatan, yang disebut EEG atau electroencephalogram dan juga Brain Mapping. Perbedaannya adalah bahwa Brain Mapping hanya memeriksa secara fisik gangguan, kerusakan atau kecacatan otak (pusat syaraf) tersebut, misalkan tumor (kanker) otak, pecahnya pembulu darah otak (struck), benturan pada kepala dan seterusnya.
Sedangkan EEG (electroencephalogram) , yang diperiksa, dimonitor dan direkam adalah gearan, frekwensi, sinyal atau GELOMBANG otaknya, yang kemudian di-“klasifikasi” kan kedalam beberapa kondisi kesadaran, bawah sadar, keadaan tidur atau mimpi dan seterusnya
Getaran atau frekwensi adalah jumlah pulsa (impuls) perdetik dengan satuan hz (khz atau Mhz). Berdasarkan riset, getaran/frekwensi otak berbeda untuk setiap fase (sadar, tidur ringan, tidur lelap/nyenyak, panik, konsentrasi tinggi dan seterusnya), sehingga pakar dalam bidang kejiwaan/psikiater (neurophysiologic) dan ahli syaraf membuat suatu sebagai berikut :
Getaran/Frekwensi :
1. •Gamma 16 Hz ~ 100 Hz
2. • Beta > 12 Hz
3. • SMR (SensoriMotor Rhythm) 12 Hz ~ 16 Hz
4. • Alpha ( Berger ‘s wave) 8 Hz ~ 12 Hz
5. • Theta 4 Hz ~ 8 Hz
6. • Delta 0.5 Hz ~ 4 Hz
Keseluruhan frekwensi tersebut bergabung secara acak (berinterferensi), namun dengan EEG, frekwensi gelombang ini dapat dianalisa dan diuraikan satu persatu dengan catatan bahwa pada saat diukur, frekwensi mana yang paling dominan, serta memiliki amplitudo tertinggi, itulah yang dianggap dan berada pada fase tersebut, apakah fase Beta, Alpha, Theta atau Delta dan seterusnya. Amplitudonya diukur dan berkisar antara 1 ~ 50 uVolt (microVolt), sedangkan arus listriknya tidak diperhitungkan.
GAMMA wave ( 16 hz ~ 100 hz )
Adalah frekuensi otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami “aktifitas mental yang sangat tinggi”, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, “nerveus”, kondisi ini dalam kesadaran penuh.
Gamma wave – EEG scan
Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey. D. Thompson. D.C.B.F.A (Center for acoustic research) di atas gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma (tepat 100 Hz) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz).
BETA wave ( diatas 12 hz atau dari 12 hz s/d 19 hz )
Adalah getaran otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sadar penuh dan normal aktif, konsentrasi penuh dan dapat dibagi pula menjadi 3 kelompok, yaitu highbeta ( 19 Hz + ) yang overlap/transisi dengan getaran gamma , lalu getaran beta ( 15 hz ~ 18 hz ), juga overlap/transisi dengan getaran gamma, selanjutnya lowbeta (12 hz ~ 15 hz).
Beta wave – EEG scan
SMR wave atau SensoriMotor Rhytm ( 12 hz ~ 16 hz )
SMR sebenarnya masih masuk kelompok getaran lowbeta, namun mendapatkan perhatian khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam akhir2 ini oleh para ahli, karena penderita epilepsy , ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder juga disebut ADD-Attention Deficit Disorder) dan autism tidak memiliki dan tidak mampu ber-“konsentrasi penuh” atau “fokus” pada suatu hal yang dianggap penting, dengan perkataan lain otak (pusat syaraf) sedikit bahkan tidak sama sekali menghasilkan getaran SMR . Sehingga setiap pengobatan, baik jiwa maupun fisiknya, ditujukan agar merespon getaran SMR tersebut, biasanya diaktifkan dengan biofeedback/neurofeedback .
SMR / SensoriMotor Rhytm – EEG scan
ALPHA wave ( 8 hz ~ 12 hz )
Adalah gelombang pusat syaraf (otak) yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami “releksasi” atau mulai istirahat dengan tanda2 mata mulai menutup atau mulai mengantuk, atau suatu fase dari keadaan sadar menjadi tak sadar (atau bawah sadar), namun tetap sadar (walaupun kelopak mata tertutup). Pada tahap awal MEDITASI (meditasi ringan) juga memasuki fase gelombang alpha. Inilah saat yang tepat untuk melakukan pemrograman otak (baca bab selanjutnya tentang Bentuk-Bentuk Pemrograman).
Alpha wave – EEG scan
Frekwensi alpha 8 ~ 12 hz, merupakan frekwensi pengendali, penghubung dan melakukan aktifitas yang berpusat di sel-sel thalamic otak. Frekwensi alpha, 8 hz merupakan fase dan pintu masuk (gate-away) dari keadaan sadar menjadi tak sadar (bawah sadar) dan pintu masuk ke fase gelombang Theta (4 hz ~ 8 hz ). Biasanya kondisi di tingkatan ini tidak berlangsung lama dibanding dengan tingkatan lainnya ( gamma, beta, theta dan delta wave), namun merupakan bagian penting terutama bagi penderita ADHD , pada saat melakukan latihan-latihan dan pengobatan neurotherapy atau neurofeedback.
THETA wave ( 4 hz ~ 8 hz )
Adalah getaran otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami keadaan tidak sadar atau tidur sangat mengantuk. Nafas melambat, dalam dan panjang, dibandingkan biasanya. Jika dalam keadaan sadar (tidak tidur), kondisi ini masuk ke fase atau dibawah pengaruh hipnosis, MEDITASI DALAM, atau sedang menjalani ritual2 agama, atau mengalirnya tenaga psikologi (Prana/Yoga, Reiki, Chi, Chi Kung).
Dalam kondisi yang sadar (tidak tidur dan tidak dibawah pengaruh hipnotis, kesurupan atau epilepsi), seorang anak yang normal ( < 12 th) masih dapat memiliki getaran frekwensi theta, akan hilang sedikit demi sedikit setelah menjelang dewasa (kecuali pada saat menjelang tidur)
Theta wave – EEG scan
Seorang anak (terutama bayi dan balita), rata-rata tidur lebih dari 12 jam setiap harinya, sehingga pada pusat syarafnya (otak) lebih banyak masuk dalam fase gelombang theta dan gelombang delta daripada gelombang beta dan alpha, sehingga dalam kehidupan nyata sehari-harinya, lebih banyak cara berpikir yang dianggap tidak masuk akal (berkhayal seperti bermimpi walaupun dalam kondisi sadar) dan sedikit demi sedikit akan berubah setelah menjelang remaja/dewasa. Anak INDIGO ( anak super cerdas dan memiliki indra ke-enam / ESP /Extra sensory perception), juga termasuk yang mudah memasuki fase gelombang theta yang cukup lama dan dapat permanen.
Oleh sebagian peneliti, di dalam otak ada bagian yang disebut GOD SPOT. Bagian inilah yang bereaksi ketika kita beromunikasi dengan Tuhan. Komunikasi ini, konon terjadi apabila sebagai manusia biasa dapat memasuki fase gelombang theta (batas alpha – theta), misalnya pada saat kita berdoa, meditasi, melakukan ritual agama sadar atau tidak sadar. Apabila getaran otaknya diukur dengan EEG, maka dapat dipastikan bahwa pada saat itu sedang masuk difase gelombang theta (batas alpha-theta).
Sedangkan dalam kondisi tidur normal, seseorang akan memasuki fase gelombang theta, walaupun hanya sebentar terutama secara periodik akan berpindah/bergeser ke-gelombang delta dan kembali ke theta berkali-kali diikuti getaran pelopak mata yang dikenal dengan REM ( rapid eyes movement ) dan Non REM atau NREM ( non rapid eyes movement ) selama tidur normal 7 ~ 8 jam perhari (lihat grafik dibawah), pada stage 1 dan 2 .
Schumann Resonance ( 7.83 Hz)
Schumann Resonance adalah getaran otak pada frekwensi 7.83 Hz dan masuk dalam kelompok gelombang theta. Kondisi mental seseorang dalam gelombang otak ini adalah ESP-extra sensory perception, hipnotis, telepati serta aktifitas mental lainnya. Sedangkan Schumann resonance serta frekwensi diatasnya masuk kelompok frekwensi ELF (extremely low frequency pada bandwith 3 ~ 30 hz dan frekwensi infrasonic.
DELTA wave ( 0.5 hz ~ 4 hz )
Adalah getaran otak yang memiliki amplitudo yang besar dan frekwensi yang rendah, biasanya < 3 hz, yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami “ keadaan tidur sangat lelap” atau anak dibawah usia 13 th ketika dalam keadaan sadar penuh. Dalam keadaan normal, seorang dewasa yang sedang tidur pada malam hari, pada stage 3 dan 4 , NREM bukan pada stage 1 dan 2.
Delta wave – EEG scan
Orang yang menderita atau gangguan otak (fisik, benturan otak, pendarahan otak dan koma), maka fase getaran yang terjadi akan didominasi oleh gelombang delta.
Penemuan baru dibidang frekwensi dan gelombang otak manusia oleh Dr. Jeffrey D. Thompson, D.C., B.F.A . ,dari Neuroacoustic research, bahwa masih ada gelombang dan frekwensi lain dibawah delta, atau dibawah 0.5 hz, yaitu frekwensi EPSILON, yang juga sangat mempengaruhi aktifitas mental seseorang seperti pada gelombang theta diatas.
IV. BENTUK-BENTUK PEMROGRAMAN
Memprogram ulang pikiran adalah upaya mengubah apa yang telah dimasukkan ke dalam ingatan yang dilakukan dengan menggunakan pembiasaan otogenik. (Otogenik: dibangkitkan sendiri). Pembiasaan otogenik adalah terus menerus mengulangi sebuah pernyataan positif (afirmasi/induksi) saat berada dalam keadaan relaksasi progresif saat otak berada dalam gelombang alpha. Teknik ini memadukan dengan visualisasi yang berhubungan, yaitu representasi apa yang ingin Anda inginkan.
Setidaknya ada tiga unsur pokok yang perlu dipenuhi dalam NLP yaitu mengatakan (afirmasi), mengkhayalkan (visualisasi) dan merasakan. Untuk memperkuat afirmnasi, digunakan jangkar khusus, misalnya dengan kepalan dan mengulangi kata “SAYA BISA!!!” terus menerus dengan cara yang tegas dan mantap.
Perhatikan contoh afirmasi berikut: “SAAT INI SAYA SUKSES,”
Perhatikan tiga hal mengenai pernyataan ini:
(1). Menggunakan kata ganti pertama “Saya”
(2). Mengenai masa sekarang, sebab alam bawah sadar hanya dapat berhubungan dengan dengan saat sekarang dan
(3) pernyataan bersifat positif dan tidak negatif. Alam bawah sadar tidak bisa mengingat sebuah pesan negasi misalnya, “Saya tidak gagal.” Yang bisa diingat adalah kata “Saya sukses” atau “Saya gagal.”
Ada ratusan variasi pemrograman ulang pikiran dalam NLP. Berikut beberapa contoh yang berada dalam ruangan dan dalam posisi meditasi duduk.
I. PEMBENTUKAN KEYAKINAN
Posisi: Meditasi di ruangan yang tenang.
Visualisasi: Bayangkan Anda yang puas dengan diri Anda dan sekeliling Anda. Ini akan menjadi pengalaman tertinggi meraih kebahagiaan mental. Kenang peristiwa masa lalu saat Anda merasakan kebahagiaan puncak.
Kini bayangkan bagaimana Anda berdiri, bernafas dan tampil dalam kebahagiaan ini.
Sugesti: Kepalkan tangan dengan kuat dan tegas “SAYA BISA!!!” dengan suara meyakinkan. Dan sesaat renungkan seluruh tubuh Anda sewaktu berdiri dan alamiah seperti itu. Anda telah menanamkan keadaan mental yang positif dalam alam bawah sadar Anda dan Anda bisa mengingatnya kembali dalam keadaan genting seperti cemas, bingung dan sebagainya dengan mengepalkan tangan dan boleh dengan suara berbisik.
2. PEMBENTUKAN CITRA DIRI
Posisi: Meditasi di ruangan yang tenang. Kedua tangan 20 senti di depan wajah, telapak tangan menghadap Anda.
Visualisasi: Bayangkan tangan kiri Anda membingkai Anda yang lama peluh luka, borok, cacat fisik dan mental. Bayangkan pula Anda yang baru yang positif, bagus, indah, sukses, menyenangkan di tangan kanan Anda. Awalnya, pusatkan perhatian di tangan kiri dan berpindah ke tangan kanan dan posisikan tangan kanan di depan wajah menutupi tangan kiri.
Sugesti: teriakkan AKU JADI BARU!!! Beberapa kali sampai gambar aku yang lama hilang berganti aku yang baru.
3. MEMBACA PIKIRAN ORANG LAIN
Ini adalah variasi mengembangkan teknik NLP yang bermanfaat untuk berbagai keperluan yang positif.
Posisi: duduk berhadapan dengan orang lain. Minta orang lain di depan Anda menuliskan angka sesuai keinginannya di kertas.
Visualisasi: Bayangkan Anda adalah seorang yang memiliki kemampuan Extra Sensory Perception (ESP) yang mampu menebak apa yang dipikirkan orang lain. Selanjutnya visualisasikan Anda sedang bertanya angka berapa yang ingin ditulis orang tersebut, dan buka mata.. Lalu tebaklah angka berapa yang dia tulis.
Sugesti: teriakkan AKU SAKTI!!! Setiap kali Anda akan menebak angka. Sambil mengamati gerakan akses mata ke otak (eye accessing cues) orang tersebut.
4. MENGIRIMKAN PESAN PADA ORANG LAIN DI TEMPAT LAIN (TELEPATI)
Ini adalah variasi lain teknik NLP
Posisi: Meditasi atau duduk membelakangi orang lain. Jarak 2 meter.
Visualisasi: bayangkan Anda mengirimkan pesan pada orang lain di lain tempat. Selanjutnya masukkan pesan itu dalam sebuah bola kristal cinta kasih dan letakkan di otak orang lain yang hendak Anda kirim pesan. Lalu lupakanlah pesan Anda!. Selanjutnya, minta orang lain mengatakan pesan apa yang ingin Anda sampaikan tadi. Cek kebenarannya.
Sugesti: teriakkan SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA!!! Setiap kali Anda mengirimkan pesan.
Pemrograman ulang pikiran dalam NLP yang berada di luar ruangan dan dalam posisi berdiri.
5. MENCAPAI SASARAN HIDUP
Posisi: Ambil sebuah anak panah dan dalam posisi memanah.
Visualisasi: Bayangkan tangan kanan Anda yang sedang memegang anak panah itu diri Anda yang sekarang ingin meraih tujuan hidup. Lalu bidik sasaran dan lepaskan anak panah tersebut.
Sugesti: teriakkan AKU BISA!!! Setiap kali anak panah mencapai sasaran.
Ikuti dengan meditasi dan mengingat kembali kegiatan ini.
***
REFERENSI
Adolphs R, Tranel D, Damasio H, Damasio A (1994) Impaired recognition of emotion in facial expressions following bilateral damage to the human amygdala. Nature 372: 669-672.
Baddeley A (1992) Working memory. Science 255: 556-559.
Braun J, Julesz B (1997) Dividing attention at little cost. Percep & Psychophys, in press.
Britten KH, Shadlen MN, Newsome WT, Movshon JA (1992) The analysis of visual motion: a comparison of neuronal and psychophysical performance. J Neurosci 12:4745-4765.
Chalmers D (1995) The Conscious Mind: In Search of a Fundamental Theory. Oxford:Oxford University Press.
Crick F, Koch C (1990) Towards a neurobiological theory of consciousness. Sem Neurosci 2:263-275.
Crick F, Koch C (1995a) Are we aware of neural activity in primary visual cortex? Cumming BG, Parker AJ (1997) Responses of primary visual cortical neurons to binocular disparity without depth perception. Nature 389:280-283.
Doyl Staples, Walter (1991), Think Like Winner. Pelican Publishing.
Edelman G M (1989) The remembered present: a biological theory of consciousness. New York: Basic Books.
J. Weed, Joseph (1995) Wisdom of The Mystic Master, Dp publisher
Greenfield SA (1995) Journey to the centers of the mind. New York: WH Freeman.
Libet B (1993) Neurophysiology of consciousness: selected papers and new essays by Benjamin Libet. Boston: Birkhäuser.
Milner D, Goodale M (1995) The Visual Brain in Action. Oxford: Oxford University Press.
O’Regan JK (1992) Solving the “real” mysteries of visual perception: the world as an outside memory. Canadian J Psychol 46:461-488.

PERTANYAAN SEPUTAR HYPNOSIS


1.     Apakah hypnosis termasuk ilmu gaib?
Hypnosis merupakan cabang ilmu logika yang bisa dipelajari dan dikembangkan

2.     Bagaimana cara mempelajari hypnosis?
Pahami teorinya, praktikkan tekniknya dan perbanyak latihan

3.     Berapa lama waktu belajar hypnosis?
Untuk tujuan menghypnosis saja, waktu yang anda butuhkan adalah seberapa cepat anda selesai belajar dan mulailah mempraktikkan tekniknya

4.     .Cabang hypnosis apa yang diajarkan ?
Ini adalah Dasar Hypnosis yang harus dikuasai sebelum mengembangkan ke cabang hypnotherapy, forensic hypnosis maupun stage hypnosis.

5.     Apakah hypnosis berhubungan dengan kekuatan pikiran?
Ya, tapi lebih tepatnya kemampuan klien untuk fokus terhadap arahan hypnotist

6.     Bagaimana rasanya di hypnosis?
Hampir setiap hari kita merasakannya, saat melamun hingga mengabaikan keadaan sekeliling anda, saat asyik membaca buku atau saat turut merasakan emosi cerita dari sebuah film yang jelas-jelas anda tidak mengalami cerita tersebut

7.     Apa yang terjadi saat saya di hypnosis?
Anda dalam keadaan tubuh yang sangat rileks dan pikiran anda tetap 100% aktif tetapi kesadaran anda cenderung terhadap sensasi yang terjadi didalam tubuh anda

8.     Amankah saya saat saya di hypnosis?
Saya jamin sangat aman. Karena anda tetap sadar jadi kapanpun anda mau
anda bisa kembali ke kesadaran normal anda termasuk merespon keadaan
darurat (kebakaran, gempa dll)

Jumat, 22 April 2011

Hipnoselling

Teknik yang digunakan dalam hipnoselling merupakan teknik yang sangat masuk akal,yaitu memanfaatkan komunikasi dengan pikiran bawah sadar manusia
Kaidah hipnotis berprinsip bahwa semua orang dapat dihipnotis, asalkan orang tersebut memamahami komunikasi, bersedia secara sukarela dan memiliki kemampuan focus
Meskipun seorang dalam keadaan membuka mata ia masih bisa dihipnotis
Contoh hipnotis dalam keadaan mata terbuka terjadi ketika kita noton film/sinetron atau asik membaca buku
Menjalin komunikasi yang baik (rapport) menimbulkan rasa percaya pada konsumen merupakan langkah pre iduksi
Penampilan baik dan pantas sesuai dengan profesi , kualitas suara yang baik menciptakan kesan yang nyaman jujur dan hangat tidak menimbulkan nuansa bau yang tidak sedap

Pola bahasa sugestif
Hal menentukan keberhasilan hipnoselling  pola bahasa yang sugestif. Jadi setelah proses hubungan baik (rapport) maka harus ditindaklanjuti dengan pola bahasa sugestif agar penjualan berhasil
Tanpa rapport penjualan tidak akan berhasil , demikian juga sebaliknya tanpa bahasa sugestif kemungkinan gagal besar sekali.
Dibawah ini kami uraikan pola-pola bahasa sugestif
1. client languenge preference
ini adalah prinsip yang penting dan harus dipegang dlm penjalan kita perlu mengadaptasi kata2 , bahasa , dan frasa yang dipahami oleh calon konsumen.

2. emosional
banyak orang memutuskan suatu pilihan lebih berdasarkan emosional daripada rasional dan hal ini berlaku erat dalam penjualan. Seperti yang telah kita ketahui. Pengaruh pikiran bawah sadar memegang peran dominan dalam kondisi tersebut . keberhasilan penerimaan komunikasi dipengaruhi oleh mampu tidaknya seseorang menumbuhkan emosional dalam komunikasi tersebut.
Bagaimana cara membangun nuansa emosional dalam komunikasi? Nuansa emosional dapat ditimbulkan dengan membangkitkan sensitivitas tiga indra utama manusia yaitu  , pendengaran , penglihatan, perasaan. Dengan kata lain persuasive yang diberikan haruslah mampu
Mengimajinasikan atau menggambarkan sesuatu kepada lawan bicara
-dibawakan dengan pemilihan nada intonasi yang tepat
-membangkitkan perasaan nyaman, antusias dan keingin tahuan
3. repetition
dalam hipnotis repetisi bermanfaat membangkitkan emosi
contoh scrip hipnotis
“ya ….dengan demikian anda merasa nyaman …. Dan benar-benar relaks , sehingga saat ini, otot-otot tubuh anda seakan mengendur, tubuh anda menjadi lemas dan santai”

dalam skrip contoh di atas ditunjukkan adanya sebuah repetisi(pengulangan) dari beberapa kata yang sebenarnya maknanya sama. Yaitu nyaman. Dengan menggunakan beberapa kata , seperti nyaman, relaks, otot-otot tubuh seakan mengendur ,lemas, dan santai untuk menyampaikan makna nyaman lebih memberikan nuansa emosional dibandingkan dengan penggunaaan satu kata yang sama secara berulang2.

Lalu bagaimana kaitannya dengan proses penjualan? Dengan prinsip yang sama kita dapat membangun suatu komunikasi yang lebih efektif untuk untuk penyampaian saran persuasive.
Perhatikan contoh berikut :
“ kami melayani pemesanan anda selama 24 jam nonstop”
bandingkan dengan kalimat berikut
“ kami melayani pemesanan anda kapan saja saat anda membutuhkannya. Baik pagi, siang maupun malam, selama 24 jam non stop”
 apakah anda merasakan perbedaannya ? pada kalimat kedua , nuansa emosional tersebut dibentuk dengan prinsip “repetisi”



present tense  
untuk mendapatkan sensasi emosional saat ini maka harus menggunakan kata-kata yang bersifat present tense
contoh scrip hipnotis:
“dan saat ini, dengan nafas anda semakin teratur, anda akan merasa nyaman… “berlaku lebih efektif daripada kalimat sugesti “ dengan nafas anda yang semakin tertur , anda akan merasa sangat nyaman…”
contoh kalimat present tense dalam hipnoselling “pekerjaan anda menjadi lebihmudah dengan menggunakan jasa kami” ini lebih bagus daripada “ pekerjaan anda akan menjadi lebih mudah setelah anda menggunakan jasa kami”
personal
setiap orang senang disapa secara pribadi, contoh “anda “ akan lebih bagus daripada “anda semua”
namun penggunaan nama yang dimaksud tentulah tepat mempertimbangkan  factor jabatan dan / atau status yang biasa disandang orang tersebut.hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemanggilan nama yang berulang secara tidak wajar. Hal ini dapat menimbulkan penolakan dan rasa tidak nyaman dari pikiran bawah sadar.
Progresif
Dalam prinsip ini , pemberian sugesti dengan pola kesatuan kalimat yang menunjukkan suatu kondisi bertingkat (bertahap) mutlak diperlukan. Pola kalimat yang tidak memberikan kejelasan alur akan sulit sampai pikiran bawah sadar.
Seorang penghipnotis tidak dapat serta merta memberi sugesti “ tidur sekarang” kepada” subjeknya, kecuali si subjek mempunyai tingkat sensitivitas dan kepercayaan yang sangat tinggi pada penghipnotis. Dengan pola progresif, sebuah sugesti yang diberikan dapat diterima pikiran bawah sadar subjek, seperti yang tampak dalam contoh berikut:
Dan sekarang setelah mata anda atertutup rapat, anda merasa rileks yang semakin dalam . begitu dalam sensasi nyaman tersebut hingga saat ini otot –otot sekitar mata dan wajah andapun merasakan demikian pula….”
Pola seperti itulah yang dianjurkan untuk diadaptasi dalam menyampaikan kalimat2 sugesti dalam proses penjualan . dalam proses penjualan , proses penutupan penjulan tentu tidak serta merta –dilakukan , tetapi dicapai dengan sebuah struktur bertingkat, simak contoh berikut . Penjual “ apakah bapak merasa puas dengan kwantitas produk perhari perusahaan bapak selama ini?”
Calon pembeli “ ya kira-kira demikian”
Penjual” namun jika waktu produksinya dapat dipercepat, tentunya lebih memuaskan, bukan?
Calon pembeli”hmm ya tentu saja”
Penjual “ dengan demikian barang yang kami tawarkan ini tentulah bermanfaat bagi pak X( nama calon pembeli) karena…..”bandingkan jika komunikasi yang dilakukan oleh penjual kira2 seperti ini “ saya menawarkan barang ini kepada bapak,karena barang kami ….Anda dapat merasakan perbedaan kedua cara tersebut 
Pacing – leading
Makna harafiah dari prinsip ini adalah “ menyisipkan ide dibalik fakta” dengan kata  sugesti ide akan terhidar penolakan pikiran bawah sadar jika disampaikan dengan terbungkus dalam fakta . contoh penggunaan prinsip pacing –leading sebenarnya tampak dalam skrip yang telah dicontohkan “ dan sekarang setelah mata anda tertutup rapat” untuk menghantar sebuah ide yaitu “ merasakan relaks semakin dalam”
Pola tersebut sangat efektif untukdigunakan dalam komunikasi persuasive , terutama jika dikombinasikan dengan prinsip “progresif” seperti contoh” dalam kegiatan penjualan ,pola penyisipan ide dibalik fakta seperti ini sangat bermanfaat diterapkan dalam memberikan saran persuasive guna mencapai proses penutup penjalan. Berikut ini adalah contoh pengembangan prisip pacing leading dengan pola progresif penjual “ apakah bapak merasa puas dengan kualitaas produksi perhari perusahaan bapak selama ini”
Calon pembeli “ya kira-kira demikian “
Penjual namun jika waktu produksinya dapat dipercepat tentu memuaskan bukan?”
Calon pembeli “ hmmm… ya tentu saja”
Penjual “ ya dengan persaingan yang kompetitif – akhir2 ini proses produksi yang lebih cepat akan sangat menguntungkan oleh karena itulah kami tawarkan ini memberi kelebihan bagi bapak…”
Coba perhatikan kembali contoh yang kami berikan sebelumnya. Pada contoh tersebut dikreasikan sebuah fakta yaitu “ persaingan yang kompetitif akhir2 ini” menuju ide yang bertahap (progresif) dimulai dari “proses produksi yang lebih cepat akan sangat menguntungkan “ dan oleh karena itulah barang yang kami tawarkan….”

MANFAAT HYPNOSIS

         MANFAAT HYPNOSIS
  1. Menciptakan ketenangan dan relaksasi
  2. Memperkuat motivasi, konsentrasi dan daya ingat
  3. Mengatasi stress dan depresi
  4. Mengatasi trauma
  5. Melepaskan berbagai kecanduan (narkoba, alkohol, judi, rokok dll )
  6. Memperkuat rasa percaya diri
  7. Mengendalikan bahkan menghilangkan rasa sakit
  8. Membantu persalinan alami yang aman dan bebas rasa sakit
  9. Menghilangkan phobia
  10. Mengatasi insomnia dan hipersomnia
  11. Melakukan edukasi ulang terhadap emosi negatif
  12. Membantu proses penyembuhan penyakit medis
  13. Mengatur berat badan (dengan pola hidup sehat)
  14. Menurunkan tekanan darah
  15. Mengubah kebiasaan buruk
  16. Mengatasi masalah kepribadian psikis.
  17. Dan mengatasi berbagai masalah fisik yang dipengaruhi faktor
  18. Dan msih banyak lagi....

PERTANYAAN SEPUTAR HYPNOSIS


PERTANYAAN SEPUTAR HYPNOSIS

1.     Apakah hypnosis termasuk ilmu gaib?
Hypnosis merupakan cabang ilmu logika yang bisa dipelajari dan dikembangkan

2.     Bagaimana cara mempelajari hypnosis?
Pahami teorinya, praktikkan tekniknya dan perbanyak latihan

3.     Berapa lama waktu belajar hypnosis?
Untuk tujuan menghypnosis saja, waktu yang anda butuhkan adalah seberapa cepat anda selesai belajar dan mulailah mempraktikkan tekniknya

4.     .Cabang hypnosis apa yang diajarkan ?
Ini adalah Dasar Hypnosis yang harus dikuasai sebelum mengembangkan ke cabang hypnotherapy, forensic hypnosis maupun stage hypnosis.

5.     Apakah hypnosis berhubungan dengan kekuatan pikiran?
Ya, tapi lebih tepatnya kemampuan klien untuk fokus terhadap arahan hypnotist

6.     Bagaimana rasanya di hypnosis?
Hampir setiap hari kita merasakannya, saat melamun hingga mengabaikan keadaan sekeliling anda, saat asyik membaca buku atau saat turut merasakan emosi cerita dari sebuah film yang jelas-jelas anda tidak mengalami cerita tersebut

7.     Apa yang terjadi saat saya di hypnosis?
Anda dalam keadaan tubuh yang sangat rileks dan pikiran anda tetap 100% aktif tetapi kesadaran anda cenderung terhadap sensasi yang terjadi didalam tubuh anda

8.     Amankah saya saat saya di hypnosis?
Saya jamin sangat aman. Karena anda tetap sadar jadi kapanpun anda mau anda bisa kembali ke kesadaran normal anda termasuk merespon keadaandarurat (kebakaran, gempa dll)

Istilah-istilah Hypnosis

Berikut ini adalah istilah-istilah yang dipakai dalam hypnosis:

Hypnosis:
Seni komunikasi verbal maupun nonverbal yang bertujuan membawa gelombang pikiran klien menuju trance (gelombang Alpha / Theta).

Hypnotist:
Juru Hypnosis atau pengguna teknik hypnosis.

Hypnotherapy:
Hypnosis yang digunakan untuk tujuan terapi.

Stage Hypnosis:
Dikenal juga dengan hypnosis panggung yaitu hypnosis untuk tujuan pertunjukan.

Forensic hypnosis:
Hypnosis yang biasa digunakan untuk menggali ingatan klien untuk sebuah tujuan penyelidikan.

Self hypnosis:
Dikenal juga dengan menghipnotis diri yang bertujuan untuk pemograman diri,menghilangkan stress, dll

Beta:
Gelombang otak saat manusia dalam kesadaran penuh.

Alpha:
Gelombang otak saat awal memasuki pikiran bawah sadar, kritik menurun dan sugestif.

Theta:
Gelombang bawah sadar yang sangat dalam, kritik nonaktif dan sangat sugestif.

Delta:
Tidur nyenyak, tidak sugestif.

Klien/ Subyek/ Suyet:
Orang yang menerima induksi menuju trance.

Induksi:
Serangkaian proses untuk membawa klien menuju trance.

Pre-Induction:
Serangkaian proses sebelum melakukan induksi.

Sugestivitas test:
Suatu rangkaian test sederhana untuk menguji seberapa peka seseorang dapat menerima sugesti atau hipnosis.

Rapid Induction:
Induksi yang cepat membawa klien menuju trance, biasanya dipakai dalam stage hypnosis.

Shock Induction:
Termasuk rapid induction tetapi lebih menonjolkan faktor kejutan tiba-tiba untuk klien.

Trance:
Kondisi fisik dan pikiran klien saat terhypnosis.

Trance Level Test:
Serangkaian pengamatan terhadap ciri-ciri khusus pada klien untuk mengetahui tingkat keberadaan gelombang otak klien.

Isolasi:
Meminimalkan hubungan klien dari lingkungannya agar lebih terfokus pada proses hypnosis.

Rapport:
Jalinan komunikasi yang terjalin antara hypnotist dengan klien selama proses hypnosis.

Deepening:
Teknik memerdalam tingkat trance yang dialami klien.

Sugesti
Ide atau saran yang diberikan kepada klien saat mengalami trance.

Terminasi:
Mengakhiri hypnosis dan mengembalikan klien pada kesadaran normal.

Post Hypnosis:
Sugesti hypnosis yang dilaksanakan klien diluar trance hypnosis (dalam keadaan sadar)

Somnambulisme:
Keadaan saat seseorang mampu mempertahankan trance hypnosis dalam keadaan mataterbuka ( Theta yang sangat dalam )

Somnambulis:
Orang yang mengalami somnambulisme

Catalepsy:
Keadaan saat sebagian atau seluruh tubuh klien bergerak diluar kontrol sadar klie mengikuti sugesti hypnotist.

Spontanous amnesia:
Klien melupakan sugesti yang di terima tetapi tetap menjalankannya. Biasanya terjadi secara otomatis pada gelombang theta dalam.

Glove anesthesia:
Keadaan mati rasa sebagian atau seluruh tubuh yang diciptakan dari sugesti hypnosis.

Halusinasi Negatif:
Klien memandang suatu benda sebagai wujud lain atau bahkan hilang sesuai sugesti yang diterima.

Halusinasi positif:
Klien mewujudkan suatu benda atau keadaan yang sebenarnya tidak terjadi sesuai sugesti yang diterima.

Regresi Usia:
Untuk tujuan dan pada kondisi tertentu klien dikembalikan pada pengalaman hidupnya dimasa lampau.


Past Life Regression/PLR:
Klien mengalami ingatan kehidupan sebelum kehidupan yang sekarang. PLR bisa terjadi secara spontan atau jugadengan sengaja dimunculkan untuk tujuan terapi.

Hypnoanalisis:
Analisis akar masalah klien dengan pendekatan hypnosis

Time Distortion:
Klien merasakan waktu yang sebenarnya berlalu lebih cepat dari seharusnya.

Time Retardation:
Klien merasakan waktu yang sebenarnya berlalu lebih lambat dari seharusnya.

Pacing & leading:
Hipnotist mengikuti kemauan suyet terlebih dahulu kemudian sang hypnotist mengarahkan suyet ke jalurnya.

Affirmation:
Penanaman sugesti pada klien yang telah mengalami deepening trance.

Anchor:
Suatu stimulus yang memicu reaksi perasaan atau emosi tertentu.

Conscious mind:
Pikiran sadar.

Sub-Concious mind:
Pikiran bawah sadar.